Memahami Tugas-Tugas Pokok Dan Fungsi (TUPOKSI) Pendamping Desa


Perbedaan mendasar model pendampingan pasca ditetapkannya UU Desa adalah ada tuntutan terhadap para Pendamping Desa untuk mampu melakukan transformasi sosial dengan mengubah secara mendasar pendekatan “kontrol dan mobilisasi” pemerintah terhadap desa” menjadi pendekatan “pemberdayaan masyarakat desa”. 


<img src="https://1.bp.blogspot.com/-x_lKAR2GpXA/XH2ZkDLr6tI/AAAAAAAAARE/Jql8hWUx6gAPx697YAClboSu3KWSYqzMwCLcBGAs/s320/tugas-pokok-dan-fungsi-tupoksi-pendamping-desa.webp" alt="tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI) Pendamping Desa"/>







Masyarakat desa dan pemerintah desa sebagai satu kesatuan self governing community di-berdaya-kan untuk mampu hadir sebagai komunitas mandiri. Dengan demikian, desa-desa didorong menjadi subyek penggerak pembangunan Indonesia dari pinggiran, sehingga mampu merealisasikan salah satu agenda strategis prioritas Pemerintahan yaitu “Membangun Indonesia dari Pinggiran dengan Memperkuat Daerah-Daerah dan Desa dalam Kerangka Negara Kesatuan”.