Kode Penomoran Indeks Surat Dinas/Nomor Surat Resmi dan Contoh-Nya


#Nomor Surat/Kode Surat merupakan bagian dari proses tata kelola administrasi di instansi pemerintahan, lembaga pemerintahan, maupun organisasi yang mengacu pada sistem penomoran surat dinas atau surat resmi. Kode Surat Dinas atau Nomor Surat Resmi adalah tanda atau patokan baku berupa nomor indeks surat-menyurat tertentu yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk bidang atau hal yang berhubungan dengan surat dinas atau surat resmi yang dibuat (kedinasan).
Gambar : Apa dan Bagaimana Kode Penomoran Surat Resmi/Nomor Surat Dinas?
Biasanya dalam pemberian nomor surat, kode surat diisi pertama, lalu kemudian nomor surat keluar dan lain-lain. Penulisan nomor surat dinas yang benar atau indeks surat menyurat pemerintahan adalah dengan mengacu pada Permendagri tentang Kode surat.



Sobat desa mungkin suka juga :
Pada kesempatan ini Kami mencoba mengulas kode-kode surat dan klasifikasi kode surat  serta klasifikasi arsip yang berlaku di pemerintahan desa, pemerintahan daerah, dan instansi-instansi lainnya. Contoh nomor surat keterangan lulus, Kode Surat Keterangan Domisili, Kode Surat Keterangan Pengurusan Kartu Keluarga Sementara, Kode Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), Kode Surat Permohonan Desa, Kode Surat Tugas Desa , Surat Istimewa, dan Kode-kode surat resmi (surat keluar maupun surat masuk) lainnya yang ada di pemerintahan maupun organisasi pemerintahan. Mau diisi nomor berapa surat-surat itu.



Di Desa, kita biasa temui penomoran-penomoran surat kerap kali digunakan oleh Pemerintah Desa, BPD Desa, LPMD, PKK, Karang Taruna, Lembaga Adat, PAUD Desa, TPK, Taman Pengajian Al-Qur'an, dan lembaga-lembaga lain di desa.